QUICK FACT

Dunia digital ada berbagi jenis platform:

  • Search engine
  • Social network
  • Chatting platform
  • Publisher (media massa)
  • Content Sharing
  • Crowdsourcing/ crowd funding
  • Game
  • Life tools

Bentuk :

  • Website
  • Mobile Site
  • Aplikasi

Poin penting:

  • Internet seperti pasar, ada penjual, pembeli, saudara, tetangga, pejahat, dsb.
  • Di online, produsen bisa  jadi konsumen, begitu juga sebaliknya. Semua punya peranan untuk menjaga lingkungan online yang kondusif.
  • Di online, karena ranah publik maka UU pun berlaku, dalam hal ini UU ITE.
  • Social network di online adalah ranah publik, apa yang diposting bisa dilihat semua orang (kecuali yang menggunakan batasan akses). Seperti bicara di pasar menggunakan speaker.
  • Setiap platform memiliki aturan yang berlaku, dan disampaikan diawal sebelum menggunakan (download/akses) dan harus mendapatkan persetujuan dari pengguna.
  • Jaga data & privacy, jangan diposting di online secara sembarangan. Pahami tata caranya.
  • Jejak digital adalah jejak hidup, yang akan melekat sebagai identitas penggunanya.
  • Password berfungsi untuk menjaga keamanan dan data privacy, tidak untuk dibagikan kepada siapa pun kecuali orang yang bertanggung jawab atas dirinya (misal : orangtua, guru, dll).
  • Pertemenan di social network mempengaruhi pola pergaulan, sama halnya di dunia nyata. Untuk itu perlu melakukan seleksi dalam pertemanan.
  • Akses internet harus memiliki batasan waktu, untuk menjaga kesehatan dan memperluas aktivitas anak.
  • Internet adalah informasi tanpa batas, banyak ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat serta menjadi ajang kreativitas serta mengasah kemampuan bersosialisasi.

INSTAGRAM

Social media platform berbasis visual (foto dan video), terbuka bisa follow unfollow tanpa approval (kecuali di setting private). Batasan usia termuda 13 tahun. Terintegrasi dengan data Facebook, sehingga ada notifikasi antar platform jika ada teman yang membuka salah satu account tersebut.

Salah satu social media channel yang sedang digemari anak-anak. Media untuk ekspresi secara visual, baik foto maupun video (60 detik). Interaksinya berupa “like” dan “comment”. Tidak bisa dishare, kecuali menggunakan aplikasi khusus “regram” yaitu share instagram.

Semua postingan di Instagram, bisa dishare lintas platform : Facebook, twitter, Google+. Memiliki geo location (berbasis lokasi) yang bisa diaktifkan atau dimatikan.

Berhati-hati dalam menggunakan Instagram, kasus yang banyak terjadi adalah:

  1. Anak membuat pose yang tidak layak (baju terbuka, gaya seksi, emosi/marah) sehingga menggunakan predator/orang jahat.
  2. Menggunakan Instagram untuk melakukan bully terhadap temannya, dengan membuat akun atas nama teman yang menampilkan foto-foto yang tidak layak (mempermalukan) bisa dengan membuat foto “candid” atau mengedit dan mengajak teman lain untuk mengolok-olok. Yang paling ekstrim membuat foto seksi temannya beserta nomor kontak seakan-akan bisa “dipesan”.
  3. Melakukan foto selife terus menerus
  4. Menghidupkan geo location dan setiap saat posting sehingga bisa diketahui secara persis keberadaannya.
  5. Menampilkan foto temannya yang tidak layak di Instagram nya kemudian diolok-olok bersama-sama.

Ajari anak-anak untuk menggunakan Instagram secara benar yaitu:

  • Perhatikan umur, jika di bawah 13 tahun sebaiknya orangtua yang mengelola
  • Menyimpan passsword untuk dirinya sendiri dan orangtua (jika diperlukan) jangan membagikan kepada orang lain termasuk teman dekatnya.
  • Tidak menyalakan geo location secara terus menerus.
  • Posting hal-hak positif yang mengasah kreativitas, hindari pose yang dapat merendahkan atau membahayakan dirinya.
  • Memilih teman yang difollow
  • Berkomunikasi secara baik
  • Tidak membicaraka hal-hal pribadi termasuk data pribadi (seperti alamat rumah, nomor telepon, keluarga, dll).

 

LINE

Chatting platform yang lagi digemari anak-anak. Fitur yang ada di dalam Line cukup lengkap yaitu:

  • chatting platform
  • Group chatting
  • timeline ( event, promo, status teman-teman)
  • Berita (news feed)
  • Stiker shop & themes shop (ada yang free ada yang berbayar)
  • Telepon (call)
  • Official account dari artis, brand, tokoh, online shop dll
  • Games

Line menjadi sarana komunikasi formal di banyak sekolah untuk bertukar informasi, PR, materi sekolah, berdiskusi antar murid dan guru. Beberapa hal yang patut diperhatikan ketika menggunakan LINE:

  1. Anak-anak bisa terekspos pada berita-berita yang tidak sesuai.
  2. Menggunakan Line untuk menyebarkan konten porno
  3. Membully temannya
  4. Berantem
  5. Ada beberapa fasilitas di Line yang khusus dewasa seperti stiker, promosi dan berita tertentu

Ajari anak-anak untuk menggunakan LINE dengan beberapa hal berikut ini:

  1. Hanya berteman dengan yang dikenal atau pernah bertemu muka.
  2. Pilih-pilih teman, tidak semua membawa pengaruh baik, begitu pun sebaliknya.
  3. Tidak mengumbar informasi pribadi dan keluarga
  4. Beri batasan waktu dalam menggunakannya. Karena ngobrol di LINE sama seperti ngobrol tatap muka, ada waktu-waktunya.
  5. Tidak membiarkan anak belanja stiker/themes, terutama yang berisi konten dewasa.

 

SNAPCHAT

Platform ini dapat digunakan untuk berkirim pesan antar sesama pengguna dan juga dalam bentuk update.

  • Pada Snapchat ada fitur timeline dengan nama “My Story”. Video atau foto yang diupload ke My Story hanya akan tersedia selama 24 jam.
  • Pesan yang dikirim kepada teman (teks/link/gambar/video) akan langsung hilang setelah dibaca oleh teman kita atau lawan bicara.
  • Teman kita atau lawan bicara bisa melakukan capture screen atau download video/foto, dan kita bisa melihat siapa saja yang melakukan hal tersebut.
  • Terdapat fitur filter atau ‘topeng’ pada kamera. Beberapa filter ini tidak ditujukan untuk anak-anak (misal: filter dengan muka hantu atau zombie).

 

Platform berbasis video dengan berbagai fitur edit yang menarik. Basisnya adalah daily blog berbasis video yang akan tayang selama 24 jam, setelahnya akan hilang kecuali di download untuk disimpan.

Bisa difollow dan unfollow secara terbuka

 

YOUTUBE

Social media platform berbasis video dengan durasi tidak terbatas. Semua bisa jadi produser sekaligus konsumen. Interaksinya : like, dislike, comment, subscriber. Tidak ada batasan video apa yang akan ditonton kecuali dilakukan pengaturan. Semua bisa terpapar konten postif dan negatif, konten dewasa maupun kekerasan.

Hal-hal yang patut diperhatikan:

  1. Buat akun khusus untuk anak sehingga bisa diatur video apa yang layak tonton dan history tontonannya tidak tercampur dengan prangtua (orang dewasa).
    Pada pembuatan akun ini memang mungkin  terpaksa untuk tidak mencantumkan umur anak yang sebenarnya, karena ada batasan minimal umur. Sehingga penting untuk orangtua agar sadar akan resiko dari hal ini, dan melakukan review secara berkala terhadap history activity anak.
  2. Aktifkan sistem pengaturan, tontonan apa yang layak dilihat untuk anak.
  3. Sepakati batasan waktu (misal: maksimal 20 menit untuk menonton secara terus-menerus, dan berhenti dulu). Hal ini baik untuk kesehatan mata, dan juga melatih anak untuk tidak kecanduan atau susah dibatasi. Selain itu YouTube membutuhkan bandwiith yang sangat besar.
  4. Ajari anak-anak bagaimana memilih konten yang sesuai.
  5. Ajak mereka untuk menjadi kritis terhadap video yang mereka lihat. Apabila menemukan video yang membuat mereka tidak nyaman, mereka perlu menceritakan ke orangtua atau guru, dan juga melaporkan ke YouTube.
  6. Anak (dan orangtua) punya tanggung jawab saat mengunggah video ke YouTube. Keterangan yang diberikan haruslah cukup sehingga penonton video mempunyai informasi yang cukup saat melihat.
Panduan Kesepakatan Belajar Dari Kesalahan